Saya akan mengajak anda bertukar pemikiran dan membantu dalam segala permasalahan hidup. Kami akan memberi dukungan, infomasi, dan penyelesaian masalah yang paling tepat.

Sabtu, 05 November 2016

Berbenah diri


Berbenah diri

“Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang”.
(Kolose 3:25)


            Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, ketika sudah melakukan kesalahan, sering kali timbul perasaan takut, cemas, merasa tertekan dan sebagainya. Perasaan bersalah terkadang membuat kehidupan tidak tenang, sehingga segala aktifitas, segala sesuatu yang kita katakan dan kita perbuat menjadi serba salah dan menjadi berantakan. Berbenah diri adalah tindakan yang tepat; mencari titik awal munculnya kesalahan, mengenali diri kita sendiri dan mengingat Tuhan sang pencipta kita, menggali permasalahan kemudian mencoba memperhitungkan jalan keluar dari permasalahan. Dan senjata yang ampuh untuk membekali kita dalam membenahi diri adalah firman Allah. Yesus Kristuslah kekuatan kita untuk berbenah diri, dengan memperhatikan dan memahami pribadi-Nya kita akan mendapatkan petunjuk untuk membenahi diri kita.
Saudara-saudari tidak ada kata terlambat untuk berbenah, selama masih diberi kehidupan, sekarang juga adalah waktu untuk berbenah bukan lagi besok atau lusa. Akankah kita menunda untuk membenahi diri kita, bagaimana jika Allah memanggil kita? Siapkah kita akan hari dimana Ia datang? karena kita tidak tau kapan Dia datang.



            Siapa yang bersedia menanggung dosa saudara atau saudarinya? Siapa yang dapat menentukan jalan keselamatan? Siapa yang dapat membantu menumbuhkan iman dalam diri kita? Siapa yang mampu memberi kepastian untuk setiap keputusan kita? Siapa yang dapat menentukan tempat kita dihadapan Allah? (surga atau neraka). Saudara-saudari yang kekasih, diri kita sendiri yang dapat menentukan jalan hidup dan kedudukan dihadapan Allah, karena semua yang telah kita tanggung tidak dapat kita serahkan kepada orang lain, karena setiap orang memiliki pertanggungjawaban kepada Allah, dan setiap pribadi akan dinilai Allah dan kita bukan dinilai berdasarkan kelompok atau suku bangsa kita, tetapi pribadi dari setiap manusia dilihat oleh Allah. Mari berjaga-jaga dengan penuh kesetiaan, dan bersedia mengakui dosa kita kepada Allah dan senantiasa berbenah dari kesalahan kita. Ada tertulis didalam Alkitab, “Imanmu yang menyelamatkan engkau”. (Kamis, 14 April 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar